Sabtu, 03 Mei 2014

KARYA NYATA SEGELAS SUSU (SENTUHAN GERAK DAN LAGU UNTUK ANAK USIA DINI SEHAT, SUPER, SESUAI UMUR)



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Keberhasilan belajar anak usia dini di sekolah sangat dipengaruhi oleh kreatifitas pendidik. Pendidik yang hanya mengedepankan transfer knowledge tanpa memperhatikan kreativitas dalam mengajar akan memberikan dampak yang kurang bagus bagi perkembangan anak usia dini. Padahal, anak usia dini membutuhkan stimulus yang mampu merangsang pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek perkembangan anak. Aspek tersebut meliputi aspek kognitif, afektif, psikomotorik, bahasa, sosio emosional serta spiritual. Selain itu, aspek kreativitas dan seni juga sangat dibutuhkan anak sejak usia dini.
Oleh karena itu, Dalam mentransfer ilmu kepada anak usia dini seorang pendidik seharusnya dapat memberikan sesuatu yang mudah dicerna oleh anak usia dini. Sehingga anak dengan mudah akan menangkap apa yang disampaikan pendidiknya ketika menyampaikan materi. Selain itu, pendidik juga dituntut profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.
Salah satu upaya untuk menjadi profesional adalah mampu menciptakan suasana pembelajaran menjadi sesuatu yang diminati oleh anak usia dini. Dalam arti lain, seorang pendidik harus bisa menciptakan suarana yang menyenangkan dan tidak membebani anak yaitu dengan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Pembelajaran aktif merupakan pembelajaran yang lebih banyak melibatkan aktifitas anak usia dini dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensinya. Pembelajaran kreatif merupakan pembelajaran yang dapat memotivasi dan memunculkan kreatifitas peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Sedangkan menyenangkan merupakan suatu proses pembelajaran yang didalamnya terdapat hubungan yang kuat antara pendidik dan anak usia dini tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan.
Pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan ini dapat terwujud apabila pendidik mampu menyusun materi pembelajaran dengan baik serta mengkombinasikannya dengan strategi pembelajaran yang mengedepankan keterlibatan anak usia dini dalam kegiatan permainan yang dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan kebutuhannya.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis mencoba mengangkat karya nyata yang berjudul “Segelas Susu di PAUD Al Madina Wonosobo” yaitu  sebuah metode peningkatan kreativitas pendidik anak usia dini malalui gerak dan lagu. Dengan harapan, bisa memberikan inspirasi pendidik anak usia dini untuk  meningkatkan kreativitasnya dalam kegiatan belajar mengajar di PAUD baik formal maupun non formal.

B.       Masalah dan Tujuan
1.      Rumusan Masalah
a.       Apa maksud dan tujuan Segelas Susu dalam pembelajaran?
b.      Bagaimana penerapan Segelas Susu di PAUD Al Madina Wonosobo?
c.       Apa dampak dan hasil yang dicapai dalam penerapan Segelas Susu di PAUD Al Madina Wonosobo?
2.      Tujuan
a.       Mengetahui maksud dan tujuan Segelas Susu dalam pembelajaran.
b.      Mengetahui penerapan Segelas Susu di PAUD Al Madina Wonosobo.
c.       Mengetahui dampak dan hasil yang dicapai dalam penerapan segelas susu di PAUD Al Madina Wonosobo.








C.      Strategi Pemecahan Masalah
1.      Alasan Strategi Pemecahan Masalah
Peningkatan kreatifitas pendidik anak usia dini dalam pembelajaran dapat ditempuh dengan berbagai hal antara lain meningkatkan kemampuan pembelajaran melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Metode Segelas Susu merupakan metode yang penulis pilih guna terciptanya pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Metode ini memberikan kesempatan kepada pendidik untuk meningkatkan kreativitasnya dalam mengajar melalui gerak dan lagu yang disukai oleh anak usia dini.
Gerak dan lagu memberikan kesempatan pada anak untuk mengekspresikan diri terhadap apa yang dia tangkap oleh pendidik. Tujuannya adalah anak-anak bisa merasakan keceriaan, sambil menggerakkan tubuh mereka dalam menyerap ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh pendidik.

2.         Strategi Pemecahan Masalah
Metode pembelajaran Segelas Susu merupakan metode yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar yang tersusun secara sistematis meliputi langkah-langkah berikut
a.         Pemberian Segelas Susu Saat Opening, meliputi; berbaris bersama, bernyanyi, bertepuk tangan, dan bergerak sesuai irama, pengenalan materi sesuai tema bulanan, hafalan doa-doa harian dan surat pendek dalam Al Qur’an serta tanya jawab
b.        Pemberian Segelas Susu Saat Pembelajaran sentra, meliputi pijakan lingkungan, pijakan sebelum main, pijakan main, dan pijakan setelah main.
c.         Pemberian Segelas Susu pada Akhir Pembelajaran.
Dalam melaksanakan Metode Segelas Susu pada anak, ada beberapa proses yang membantu pendidik dalam mengkondisikan anak antara lain:
a.         Hangat dan antusias. Pendidik yang hangat dan akrab dan akan selalu memberikan dan menunjukkan antusias tugasnya atau aktivitasnya dalam menerapkan Metode Segelas Susu.
b.        Keluwesan. Keluwesan pendidik dalam menjalankan Metode Segelas Susu amatlah sangat berarti guna menyampaikan pesan yang terkandung alam gerak dan lagu tersebut.
c.         Bervariasi. Variasi pendidik dalam menerapkan metode Segelas Susu pada anak mengurangi gangguan menurunnya semangat anak usia dini dalam menirukan setiap gerak dan lagu yang diberikan.



BAB II
PEMBAHASAN

A.      METODE DAN PROSEDUR KERJA
1.         Pengertian Segelas Susu
Segelas Susu adalah singkatan dari sentuhan gerak dan lagu untuk anak usia dini yang sehat, super, dan sesuai umur. Sehat berarti terbebas dari segala macam bentuk penyakit jasmani maupun rohani, super berarti memiliki kepribadian yang kuat dan berkarakter, dan sesuai umur berarti metode yang dikembangkan didasarkan pada kebutuhan dan perkembangan anak usia dini.  
Segelas Susu merupakan metode pembelajaran gerak dan lagu anak usia dini yang diaplikasikan dalam bernyanyi sambil menggerakkan anggota tubuh yang diharapkan mampu menciptakan anak usia dini yang sehat, berkarakter dan tumbuh sesuai dengan perkembangan anak.
Metode ini mulai dikembangkan oleh Lembaga PAUD Al Madina Wonosobo setelah mengetahui manfaat yang signifikan bagi anak usia dini yaitu mampu mempengaruhi dan mengendalikan pusat syaraf dan membantu anak dalam upaya mengembangkan kecerdasan yang meliputi berbagai aspek, seperti; kognitif, afektif, psikomotorik, bahasa, dan juga emosional. Selain itu, metode ini diharapkan mampu mengembangkan bakat seni yang tertanam pada diri anak dan daya kreativitas pada tenaga pendidik anak usia dini.
Segelas Susu yang didalamnya terdapat gerak dan lagu merupakan alternatif bagi pendidik PAUD Al Madina Wonosobo dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan. Transfer knowledge pun terasa sangat ringan dilaksanakan oleh pendidik dan anak dengan mudah menangkap dan menyerap apa yang diajarkan oleh pendidik.

2.         Tujuan Metode Segelas Susu
Segelas Susu memiliki banyak manfaat apabila dilaksanakan dan diterapkan dalam sistem pembelajaran, di antaranya:
a.       Bagi Pendidik
a)      Transfer knowledge terasa lebih mudah dan ringan diterapkan kepada anak usia dini
b)      Terciptanya pembelajaran yang aktif dan menyenangkan dalam pembelajaran
c)      Meningkatkan daya kreativitas pendidik dalam pembelajaran
d)     Terbentuknya pendidik yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlakul karimah
b.      Bagi Anak Usia Dini
a)      Anak dengan mudah menyerap dan memahami apa yang disampaikan oleh pendidik dalam pembelajaran
b)      Dengan pembelajaran yang aktif anak mampu mengekspresikan dirinya
c)      Munculnya daya seni dan kreativitas yang muncul dalam diri anak terutama dalam kecerdasan musikalitas dan kinestetis
d)     Terbentuknya anak usia dini yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlakul karimah.

3.         Penerapan Segelas Susu di PAUD Al Madina Wonosobo
Sebagaimana yang telah dikemukakan pada pengertian bahwa Segelas Susu merupakan metode alternatif yang dikembangkan oleh Lembaga  Paud Al Madina dalam mentransfer ilmu pengetahuan melalui gerak dan lagu, maka Segelas Susu tidak pernah terlepas dari kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik Paud Al Madina baik di dalam ruangan (in door) maupun di luar ruangan (out door). Namun demikian, penerapan ini lebih difokuskan pada saat:


a.        Pemberian Segelas Susu saat Opening
Gambar 1. Pemberian Segelas Susu saat Opening 1


 














Gambar 2. Pemberian Segelas Susu saat Opening 2
Opening merupakan kegiatan pembuka yang dilaksanakan secara bersama oleh pendidik dan anak di halaman sekolah Paud Al Madina guna mempersiapkan anak agar siap masuk ke kelas. Kegiatan ini meliputi:
1)        Berbaris bersama (vertikal, horisontal, dan lingkaran, letter U),
2)        Bernyanyi dan bertepuk tangan sesuai tema,
3)        Pengenalan materi sesuai tema bulanan,
4)        Dan hafalan doa harian dan surat pendek
5)        Tanya jawab
Kegiatan yang tersusun secara sistematis ini merupakan kegiatan rutinan yang dilaksanakan setiap hari. Melalui pembiasaan ini diharapkan mampu mewujudkan anak yang sehat, cerdas, ceria, dan memiliki daya emosional yang baik sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Pada kesempatan ini penulis akan menjelaskan dan menerapkan metode Segelas Susu dalam kegiatan Opening yang dilaksanakan di Paud Al Madina, dengan tema bulanan Gejala Alam. Adapaun implementasinya sebagai berikut:
1)        Berbaris Bersama (vertikal, horisontal, dan lingkaran, letter U),
Pendidik mengkondisikan anak di halaman sekolah dengan posisi yang bervariatif (vertikal, horisontal, dan lingkaran, letter U) setiap hari agar tidak membosankan. Bersama anak-anak, pendidik menyanyikan lagu “Ayo Berbaris Kita Pasti Bisa,

Ayo Berbaris Kita Pasti Bisa
Ayo ayo berbaris
Berbaris di halaman
Ayo ayo berbaris
Dengan hati yang riang
Angkat tangan gapai masa depan
Berteriaklah kita pasti bisa
Angkat kaki ayo kita berlari
Bersama menggapai mimpi

Kepala pundak lutut dan kaki
Mari berteriak dengan mimpi-mimpi
Mata telinga hidung dan mulut
Mari bergembira jangan takut takut

Geser ke kanan Geser ke kiri
Ke tengah tengah
Lompat
Maju ke depan mundur ke belakang
Ke tengah tengah lompat

Satu dua tiga empat
Lima enam tujuh delapan
Sembilan sepuluh
Beri senyuman jangan mengeluh

Hello my friends
How are you today
Im fine Al Hamdulillah luar biasa Allahu AkbaR
Ya ya ya ya ya ya ya
Ya ya ya ya ya ya ya
Tepuk Al Madina
Mana orangnya… ini ni ni ni ni
Mana senyumnya… hem hem hem hem
Mana tawanya…. Ha ha ha ha ha
Dari PAUD mana…. Al Madina
Dari PAUD mana…. Al Madina

Kita semua sehat gembira
Berangkat sekolah dengan semangat
Tidak ditungguin mama papa lagi
Kita semua anak pemberani

a i u e o

bola ditangkap HAP
bola ditendang DUNG
bola di sundul DUL
sundul ke kanan DUL
sundul ke kiri DUL
sundul ke depan DUL
sundul ke belakang DUL

Saatnya berdoa!
Tangan di angkat kepala ditundukkan

2)        Bernyanyi, bertepuk tangan, dan bergerak sesuai irama.
Pendidik mengajak anak untuk bernyanyi dan bertepuk sesuai tema (Gejala Alam), misalkan lagu tentang hujan, sebagai berikut:
Kuncup bunga di taman
Mekar bunganya indah
Kuncup bunga di taman
Mekar bunganya indah
Hujannya turun hujannya turun
Bunganya mengembang
Hujannya turun hujannya turun bunganya mengembang
Lagu ini menjelaskan tentang proses bunga yang mekar dan turunnya hujan. Adapun implementasinya adalah sebagai berikut:
·      Pada bait pertama, pendidik dapat memberikan contoh menggerakkan kedua tangan dan menggabungkan dua telapak tangan membentuk kuncup bunga.
·      Pada bait ke dua, pendidik membuka kedua telapak tangannya seperti bunga yang mekar.
·      Pada bait ke tiga dan ke empat sama seperti pada bait pertama dan kedua.
·      Pada bait ke lima pendidik mengangkat tangan ke atas sambil diturunkan secara beriringan.
·      Dan pada bait ke enam pendidik memutar ke dua tangan searah jarum jam tetapi berlawanan.
Selain lagu Hujan Turun lagu lagu lain pendukung tema juga bisa dinyanyikan sambil bertepuk tangan dan menggerakkan anggota badan, seperti lagu “Matahari Terbit, dan lain sebagainya.
3)        Pengenalan materi sesuai tema bulanan
Pendidik dapat mengenalkan kepada anak tentang apa itu gejala alam, contohnya bagaiman matahari terbit. Pendidik juga bisa menjelaskan hal tersebut melalui gerak lagu “Matahari Terbit
Matahari terbit dari sebelah timur
Cahayanya terang menyinari dunia
Terimakasih Tuhan
Kau telah memberikan
Dua mata indah untuk melihat dunia
Dua mata indah untuk melihat dunia
·      Bait pertama, pendidik memasang kedua jari tangan membentuk lingkaran. Setelah itu menggerakkan kedua tangan 45 derajat ke sebelah kiri
·      Bait ke dua, pendidik mengankat dan membuka ke dua tangan menyeruapai jarum jam yang saling berlawanan.
·      Bait ke tiga, pendidik memasang ke dua tangan seperti berdoa
·      Bait ke empat, pendidik menaruh ke dua telapak tangannya tepat di dada sebagai bentuk ucapan terimakasih.
·      Bait ke lima dan ke enam, pendidik mengacungkan dua jari yaitu telunjuk dan tengah kemudian di letakkan tepat di samping kedua mata sambil digerak-gerakkan.
4)        Hafalan doa – doa harian dan surat pendek dalam Al Qur’an
Bisakah hafalan doa-doa harian dan surat pendek dalam Al Qur’an diimplementasikan dalam gerak dan lagu. Jawabannya adalah bisa. Seperti halnya ketika pendidik mengajak anak untuk menghafalkan doa sesudah wudhu. Terlebih dahulu pendidik mengajak anak untuk menyanyikan lagu wudhu lalu di akhiri dengan doa. Sebagai berikut:
Baca bismillah sambil cuci tangan
Kumur – kumur basuh hidung basuh muka
Basuh tangan sampai ke siku
Basuh kepala juga telinga
Terakhir basuh kaki lalu doa..... amin
Terakhir basuh kaki lalu doa..... amin

Keterangan:
Pendidik mencontohkan tiap gerakan yang di lakukan saat berwudhu sesuai irama lagu. Setelah sampai pada bait terakhir yaitu “doa” pendidik langsung mengajak anak untuk melafalkan doa sesudah wudhu. Sedangkan dalam menghafalkan surat-surat pendek dalam Al Qur’an seorang pendidik mengajarkan intonasi yang mudah dipahami dan diserap oleh anak usia dini. Perlu diketahui, bahwa pembacaan ayat-ayat Al Qur’an di sini tidak seperti menyanyikan sebuah lagu yang penuh irama. Tetapi pengenalan lagu ini adalah pada intonasi murotal Al Qur’an yang disukai anak-anak. Sehingga pelafalan ayat tersebut tidak terkesan datar.
5)        Tanya Jawab
Bagaimana implementasi gerak dan lagu dalam tanya jawab? Pendidik bisa melakukan tanya jawab setelah kegiatan opening selesai dan anak siap masuk dalam kelas. Materi yang disampaikan pada saat opening bisa ditanyakan kembali kepada anak sebagai syarat untuk dapat masuk ke kelas.
Contoh lagu: “Siapa Tahu”
b.        Pemberian Segelas Susu saat Pembelajaran Sentra

                                                                                                                              







Gambar 3. Pemberian Segelas Susu saat Pembelajaran Sentra 1











Gambar 4. Pemberian Segelas Susu saat Pembelajaran Sentra 2
Model pembelajaran sentra dan saat lingkaran atau “Beyond Center and Circle Time” (Lebih Jauh Tentang Sentra dan Saat Lingkaran) atau lebih dikenal dengan model pembelajaran sentra, sentra belajar (learning center atau learning areas) merupakan model pembelajaran yang berfokus pada anak. Pembelajarannya berpusat di sentra main dan saat anak dalam lingkaran.
Model pembelajaran sentra merupakan model pembelajaran yang menitikberatkan sentra bermain pada saat pembelajaran. Sentra bermain merupakan area kegiatan yang dirancang di dalam atau di luar kelas, berisi berbagai kegiatan bermain dengan bahan-bahan yang dibutuhkan dan disusun berdasarkan kemampuan anak serta sesuai dengan tema yang dikembangkan dan dirancang terlebih dahulu. Sentra memungkinkan anak untuk melakukan manipulasi terhadap berbagi obyek, terlibat dalam role playing saling bercakap-cakap dengan teman-temannya, bereksplorasi, berinteraksi secara fisik, emosional, sosial dan secara kognitif serta kegiatan variatif yang menarik lainnya. Sentra memberikan kesempatan pada anak untuk bermain baik secara
individual, kelompok kecil maupun kelompok besar dan bahkan secara klasikal. Anak diperbolehkan memilih kegiatan yang menarik baginya dan akhirnya akan menjadikan anak sebagai pembelajar yang aktif dan interaktif.
Di Lembaga Paud Al Madina dalam pembelajaran sentra menggunakan 4 jenis pijakan (scaffolding) untuk mendukung perkembangan anak, yaitu (1) pijakan lingkungan main; (2) pijakan sebelum main; (3) pijakan selama main; dan (4) pijakan setelah main.
Adapun implementasinya adalah sebagai berikut:
1)        Pijakan lingkungan main
Sebelum pembelajaran dimulai pendidik harus sudah menyiapkan ragam main untuk anak-anak.
2)        Pijakan sebelum main
      Berisi penjelasan mengenai tema yang sedang dibahas, ragam main, dan aturan selama bermain. Di sini pendidik dapat menggunakan gerak dan lagu dalam mejelaskan hal tersebut. Misalnya:
a)      Dalam membentuk lingkaran menggunakan lagu “Lingkaran”
b)      Menjelaskan tema tentang gejala alam terjadinya hujan
c)      Aturan main bisa menggunakan lagu “Antri yo Antri”
d)     Mentertibkan anak dengan lagu Undur – Undur
Ada undur undur jalannya mundur
Mundur mundur dengan teratur











Gambar 5. Pemberian Segelas Susu saat Pijakan Sebelum Main
3)        Pijakan selama main
Pijakan selama bermain merupakan tindakan yang dilakukan oleh pendidik selama anak-anak melaksanakan kegiatannya yaitu bermain. Kegiatan Pendidik adalah mengawasi kegiatan anak, memberi bantuan jika anak memerlukan bantuan, serta pendidik melakukan penilaian terhadap perkembangan main anak.
4)        Pijakan setelah main
merupakan rangkaian terakhir dari pijakan-pijakan yang dilakukan oleh pendidik. Yang dilakukan pada pijakan ini adalah menggali pengalaman anak tentang kegiatan yang baru dilakukan. Anak diminta menceritakan tentang perasaannya selama bermain, kemudian pendidik memberi pujian, hadiah, dan semangat agar anak lebih bersemangat lagi. Hal ini dilakukan setelah anak diajak untuk beres-beres bersama. Saat beres-beres guru bisa menggunakan lagu “Beres-Beres”

c.         Pemberian Segelas Susu pada Akhir Pembelajaran










Gambar 6. Pemberian Segelas Susu pada Akhir Pembelajaran
Pemberian Segelas Susu pada akhir pembelajaran ini dilaksanakan dengan tujuan anak kembali ceria setelah melaksanakan pembelajaran kurang lebih 3 jam di sekolah. Anak juga akan terstimulus melalui pemberian lagu yang membangun untuk datang lagi ke sekolah. Lagu-lagu yang diberikan bervariasi, namun pada umumnya adalah lagu perpisahan seperti lagu di bawah ini:
“Berjumpa & Berpisah karena Allah”
Selamat jalan selamat jalan sampai berjumpa lagi
Selamat jalan selamat jalan sampai berjumpa lagi
Kita berjumpa karena Allah kita berpisah karena Allah
Kita berjumpa karena Allah kita berpisah karena Allah
Selain yang telah tersebut di atas, Segelas Susu bisa digunakan secara accidental dan kondisional dalam berbagai macam bentuk kegiatan anak usi dini.

B.       HASIL ATAU DAMPAK YANG DICAPAI
Upaya peningkatan kreativitas pendidik anak usia dini melalui metode Segelas Susu yang diterapkan di Paud Al Madina Wonosobo cukup memberikan hasil atau dampak yang signifikan bagi proses pertumbuhan dan perrkembangan anak usia dini. Adapun hasil atau dampak yang dicapai antara lain:
1.      Bagi Anak Usia Dini











Gambar 7. Peserta Didik PAUD Al Madina
a.         Dengan gerak dan lagu dapat menyeimbangkan kerja otak kanan dan otak kiri. Sehingga apabila mereka (anak usia dini) tumbuh dewasa ia akan menjadi manusia yang berpikir logis, cerdas, kreatif, jujur, dan tajam perasaannya. 
b.        Meningkatkan kemampuan bahasa, kosa kata, dan logika anak usia dini
c.         Dapat memberikan rangsangan-rangsangan dalam aspek perkembangan secara kognitif dan kecerdasan emosional (emotional intelligent).
d.        Membangkitkan perkembangan motorik halus maupun kasar anak usia dini.
e.         Mengembangkan keterampilan fisik anak usia dini
f.         Melatih disiplin dan kesabaran pada anak usia dini
g.        Meningkatkan rasa percaya diri pada anak usia dini
h.        Merangsang jiwa seni yang tertanam pada anak usia dini
i.          Menjadikan anak usia dini yang sehat cerdas ceria sesuai umur
Hal ini juga selaras dengan apa yang dikemukakan oleh Kak Zepe dalam blognya http://lagu2anak.blogspot.com/2011/06/manfaat-gerak-dan-lagu-untuk-anak-anak.html tentang manfaat gerak dan lagu, antara lain:
a.         Dengan gerakan-gerakan yang bersesuaian dengan lagu yang mereka dengarkan, anak-anak secara tidak langsung motorik anak pun menjadi terlatih. Semakin bervariasi gerakan yang diberikan kepada anak, maka motorik anak-anak pun semakin banyak yang terlatih. Biasanya variasi gerakan meliputi gerakan kepala, gerakan tangan, gerakan kaki, gerakan pinggang dan bagian-bagian tubuh lainnya.
b.        Lagu yang mereka dengarkan akan memungkinkan ketrampilan kognitif anak-anak menjadi terlatih pula. Kemampuan kognitif meliputi kemampuan untuk belajar, mengembangkan diri, memecahkan masalah, dan lain-lain.
c.         Biasanya gerak dan lagu dilakukan secara massal. Hal ini membuat anak menjadi terbiasa untuk bisa beradaptasi dengan lingkungannya, dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi.
d.        Karena untuk melakukan gerak dan lagu anak-anak harus berbaris rapi, mengikuti instruksi guru, dan gerakan- gerakan antara satu anak dengan anak yang lain di dalam gerak dan lagu bersesuaian, maka anak-anak pun terlatih untuk bisa disiplin.
e.         Karena gerak dan lagu adalah salah satu bagian dari olahraga atau senam, maka manfaatnya pun hampir seragam. Misalnya untuk menstabilkan dan menambah kekebalan tubuh, menyehatkan badan, membuat anak berpikir lebih jernih, menghindarkan kemalasan, melatih sportifitas, dan lain-lain.

2.      Bagi Pendidik Anak Usia Dini
Gambar 8. Asatid PAUD Al Madina
Sudah tidak diragukan lagi, bahwa Segelas Susu dapat memberikan dampak positif bagi pendidik anak usia dini, antara lain:
a.       Transfer knowledge terasa lebih mudah dan ringan diterapkan kepada anak usia dini
b.      Dengan kemudahan dalam transfer knowledge diharapkan pendidikan tersalurkan secara efektif dan efisien
c.       Terciptanya suasana yang aktif dan menyenangkan dalam pembelajaran
d.      Meningkatkan daya kreativitas pendidik dalam pembelajaran
e.       Terbentuknya pendidik yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlakul karimah
Gambar 9. Asatid dan Anak Usia Dini yang Berprestasi

C.      KENDALA – KENDALA YANG DIHADAPI
Dalam menerapkan metode pembelajaran Segelas Susu di PAUD Al Madina Wonosobo sebenarnya tidak ada kendala yang cukup berarti. Namun demikian, kadang terjadi ketidakselarasan pendidik dalam memberikan contoh gerak dan lagu kepada anak. Selain itu, keluwesan pendidik dalam menggerakkan anggota tubuh kadang kurang terlatih. Namun, hal itu bisa teratasi seiring berjalannya waktu dan kesadaran pendidik dalam mempelajari kembali gerak dan lagu yang telah disepakati bersama. Kadang muncul juga kejenuhan anak dalam melakukan kegiatan ini, namun demikian pendidik terus berusaha memberikan sentuhan gerak dan lagu yang lebih menarik lagi.

D.      FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG
Dalam melaksanakan metode pembelajaran Segelas Susu guna meningkatkan kreativitas pendidik anak usia dini, terdapat faktor-faktor pendukung terealisasinya program tersebut, antara lain:
1.      Pengalaman mengajar
2.      Adanya motivasi sebagai pendidik PAUD untuk mengembangkan kecerdasan anak usia dini dalam bentuk gerak dan lagu yang menyenangkan
3.      Munculnya kesadaran untuk mengubah pola pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan di PAUD Al Madina
4.      Dukungan dan motivasi sesama rekan pendidik di PAUD Al Madina
5.      Fasilitas yang memadai guna penerapan metode pembelajaran Segelas Susu di lembaga PAUD Al Madina.

E.       TINDAK LANJUT
Dalam menerapkan metode Segelas Susu guna mencipatkan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan serta meningkatkan kreatifitas pendidik dalam mengajar akan memberikan hasil yang optimal mana kala ditindaklanjuti dengan langkah sebagai berikut:
1.         Upaya perbaikan dan peningkatan dalam melaksanakan Metode Segelas Susu dari waktu ke waktu
2.         Adanya inovasi baru dalam melaksanakan Metode Segelas Susu
3.         Adanya pemahaman tentang manfaat yang diperoleh dalam menerapkan Metode Segelas Susu
4.         Karya nyata ini akan bermanfaat mana kala dipahami dan dilaksanakan oleh praktisi pendidikan anak usia dini (PAUD) baik formal maupun non formal.







BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.      KESIMPULAN
Segelas Susu adalah singkatan dari sentuhan gerak dan lagu untuk anak usia dini yang sehat, super, dan sesuai umur. Segelas Susu merupakan metode pembelajaran gerak dan lagu untuk anak usia dini yang diaplikasikan dalam bernyanyi sambil menggerakkan anggota tubuh.
Segelas Susu diharapkan mampu mempengaruhi dan mengendalikan pusat syaraf dan membantu anak dalam upaya mengembangkan kecerdasan yang meliputi berbagai aspek yang seperti; kognitif, afektif, psikomotorik, bahasa, dan juga emosional. Selain itu, metode ini diharapkan mampu mengembangkan bakat seni yang tertanam pada diri anak dan kreativitas pada tenaga pendidik anak usia dini.
Penerapan Segelas Susu dilaksanakan pada saat Opening, Pembelajaran sentra, dan pada akhir Pembelajaran. Penerapan ini diharapkan mampu memberikan dampak yang positif baik bagi anak maupun pendeidik anak usia dini. Dalam melaksanakan Metode Segelas Susu pada anak, ada beberapa proses yang membantu pendidik dalam mengkondisikan anak antara lain hangat dan antusias, keluwesan, bervariasi.

B.       REKOMENDASI
Peningkatan kreativitas pendidik melalui metode Segelas Susu merupakan karya nyata yang telah dilaksanakan di PAUD Al Madina Wonosobo. Metode ini memberikan pengaruh bagi pendidik guna menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan.
Metode ini penulis rekomendasikan kepada semua pelaku pendidikan anak usia dini (PAUD) baik formal maupun non formal untuk bisa diterapkan si sekolah masing. Kepada orang tua, hendaknya mampu memberikan stimulus berupa lagu-lagu anak yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak usia dini. Selain itu penulis, juga berharap agar Pengurus HIMPAUDI selaku wadah organisasi Pendidik PAUD untuk dapat menginformasikan tentang manfaat yang bisa diambil dalam menerapkan metode tersebut.